3 Juli 2026

Kemasan Produk Halal: Design Guidelines dan Logo Placement

Panduan desain kemasan halal: cara pasang logo halal Indonesia yang benar sesuai aturan BPJPH, dari ukuran dan posisi sampai nomor registrasi di kemasan.

Kemasan Produk Halal: Design Guidelines dan Logo Placement

Sejak Oktober 2024, banyak produk wajib punya sertifikat halal. Makanan, minuman, dan hasil sembelihan masuk kelompok pertama. Kalau produk Anda termasuk, logo halal harus ada di kemasan.

Tapi memasang logo halal bukan sekadar menempel gambar di pojok. Ada aturan ukuran, posisi, dan nomor registrasi. Salah pasang bisa kena teguran, atau lebih parah, produk ditarik. Artikel ini membahas cara menaruh logo halal dengan benar, sekaligus menjaga desain kemasan tetap rapi.

Kenali logo halal Indonesia yang baru

Logo halal Indonesia berubah sejak Maret 2022. Logo lama berbentuk bintang hijau dengan tulisan Arab dari MUI. Logo itu sudah tidak berlaku untuk sertifikat baru.

Logo baru dikeluarkan oleh BPJPH lewat keputusan tahun 2022. Bentuknya seperti gunungan wayang berwarna ungu. Di dalamnya ada tulisan “Halal” dengan gaya kaligrafi. Ada juga motif batik sebagai latar.

Jadi pastikan Anda pakai logo yang benar. Banyak usaha kecil masih memakai logo hijau lama tanpa sadar. Ambil file logo resmi dari BPJPH, jangan dari hasil pencarian gambar di internet. Kualitas dan bentuknya harus persis.

Logo ini juga punya warna khusus. Versi utamanya ungu, tapi ada versi hitam-putih untuk kemasan tertentu. Pilih versi yang paling kontras dengan warna kemasan Anda.

Aturan penempatan logo halal di kemasan

Aturan dari BPJPH soal penempatan sebenarnya sederhana. Logo harus mudah dilihat dan dibaca. Tidak boleh tersembunyi atau tertutup elemen lain.

Logo juga tidak boleh gampang lepas, terhapus, atau rusak. Artinya jangan cuma ditempel pakai stiker murah yang mudah copot. Lebih aman kalau logo ikut tercetak langsung di kemasan atau label utama.

Satu hal yang sering dilupakan: nomor registrasi halal. Logo saja tidak cukup. Nomor dari BPJPH harus ikut tercantum di dekat logo. Tanpa nomor ini, label halal Anda dianggap tidak sah.

Soal posisi, tidak ada satu titik wajib. Tapi kebanyakan brand menaruhnya di bagian depan kemasan, dekat nama produk. Tujuannya supaya pembeli langsung lihat saat memegang produk. Untuk informasi wajib lain yang harus ada di kemasan, baca panduan label kemasan dan compliance.

Ukuran logo yang pas

Logo halal punya ukuran minimal supaya tetap terbaca. Kalau dicetak terlalu kecil, motif dan tulisannya jadi pecah. Sebagai patokan, logo harus tetap jelas saat dilihat dari jarak normal di rak toko.

Tapi jangan juga terlalu besar. Logo yang kebesaran malah mengganggu desain dan menutupi nama produk. Cari ukuran yang cukup terbaca tanpa merebut perhatian dari brand Anda.

Untuk kemasan kecil seperti sachet atau botol mini, ini sering jadi masalah. Ruangnya sempit, tapi logo tetap wajib ada dan terbaca. Di sini layout yang rapi sangat membantu. Pelajari cara mengatur ruang sempit di panduan layout dan komposisi visual kemasan.


Mau pasang logo halal tapi bingung soal ukuran cetak? Tim kami bisa bantu siapkan file kemasan yang sesuai aturan dan siap produksi.

Chat with us on WhatsApp


Padukan logo halal dengan desain kemasan

Logo halal kadang bentrok dengan desain yang sudah ada. Warna ungunya bisa tabrakan dengan warna brand Anda. Solusinya pakai versi hitam-putih kalau perlu, asal tetap kontras dan terbaca.

Beri ruang kosong di sekitar logo. Jangan tempelkan logo persis di sebelah tulisan lain atau logo merek lain. Ruang kosong bikin logo halal terlihat jelas dan tidak berantakan.

Posisi logo halal sebaiknya konsisten di semua produk Anda. Kalau di satu produk ada di kanan bawah, jangan di produk lain pindah ke kiri atas. Konsistensi ini bagian dari prinsip desain kemasan yang efektif, dan bikin brand Anda terlihat lebih terpercaya.

Anggap logo halal sebagai bagian dari sistem visual, bukan tempelan dadakan. Brand yang rapi memasukkan logo ini sejak awal desain, bukan ditambah belakangan saat kemasan sudah jadi.

Kesalahan yang sering terjadi saat pasang logo halal

Kesalahan paling umum adalah memakai logo hijau lama. Logo MUI yang lama sudah tidak berlaku untuk produk dengan sertifikat baru. Pastikan Anda memakai logo gunungan ungu yang resmi.

Kesalahan kedua adalah lupa nomor registrasi. Banyak yang menaruh logo tapi tanpa nomor dari BPJPH. Padahal nomor ini yang membuktikan sertifikat Anda asli dan masih berlaku.

Kesalahan ketiga adalah logo terlalu kecil sampai pecah. Di kemasan kecil, orang sering memaksakan logo di ruang sempit. Hasilnya motifnya buram dan susah dibaca. Lebih baik atur ulang layout daripada mengecilkan logo sampai rusak.

Ada juga yang menaruh logo halal terlalu dekat dengan klaim lain. Misalnya menempel logo halal persis di sebelah klaim “organik” atau logo lain. Ini bikin pembeli bingung dan logo halal jadi kurang menonjol. Beri jarak yang cukup.

Logo halal bukan satu-satunya tanda di kemasan

Kemasan produk biasanya punya beberapa tanda wajib sekaligus. Ada logo halal, nomor izin BPOM, tanggal kadaluarsa, dan informasi gizi. Semua ini harus muat tanpa membuat kemasan terlihat sesak.

Atur tanda-tanda ini dalam satu area yang rapi. Banyak brand mengelompokkan info wajib di bagian belakang atau samping kemasan. Yang penting tetap terbaca dan tidak saling tumpang tindih.

Untuk produk makanan dan minuman, aturan BPOM dan halal sering berjalan bersama. Pahami keduanya sejak awal supaya tidak perlu cetak ulang. Baca lebih lengkap soal kemasan makanan dan aturan BPOM.

Ingat, logo halal hanya boleh dipasang setelah sertifikat keluar. Memasang logo sebelum produk benar-benar bersertifikat adalah pelanggaran. Urus sertifikatnya dulu, baru cetak kemasannya.

Siapkan file kemasan yang benar sebelum cetak

Logo halal harus tajam saat dicetak. Pakai file vektor, bukan gambar JPG hasil screenshot. File vektor tetap tajam di ukuran berapa pun, jadi motif batiknya tidak pecah.

Cek juga warnanya dalam format cetak CMYK, bukan RGB. Warna ungu di layar bisa berubah saat dicetak di plastik. Minta proof cetak dulu ke pabrik supaya warnanya pas.

Sebelum cetak banyak, buat satu contoh kemasan jadi. Lihat apakah logo halal terbaca, nomornya jelas, dan posisinya tidak tertutup lipatan. Banyak masalah baru ketahuan saat kemasan benar-benar di tangan.

Diskusikan ini dengan pabrik plastik sejak awal. Mereka tahu cara mencetak logo kecil supaya tetap tajam, dan material apa yang membuat hasil cetak awet. Untuk dasar penempatan logo dan identitas brand, lihat panduan logo dan brand identity pada kemasan.


Siap cetak kemasan halal untuk produk Anda? Hubungi tim kami untuk konsultasi material, penempatan logo, dan produksi yang sesuai aturan.

Chat with us on WhatsApp


Langkah berikutnya

Punya proyek kemasan?